For the eligible participants, download your e-certificate here.
Bagi para peserta yang memenuhi syarat, download e-certificate Anda di sini.
------
Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) mengadakan webinar Accountancy Monitoring Committee Indonesia (AMCI) dengan tema ASEAN CPA: Great Opportunities to Succeed in ASEAN. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan the 1st ASEAN CPA Conference yang diselenggarakan di Bali pada 16 Oktober 2019, yang mana webinar ini bertujuan untuk mengetahui praktik akuntansi di negara ASEAN, peluang karier ASEAN CPA (ASEAN Chartered Professional Accountant) di negara ASEAN, proses menjadi Registered Foreign Professional Accountant (RFPA) serta strategi untuk menjadi ASEAN CPA yang sukses.
Sebagai salah satu bentuk komitmen dalam perjalanan menuju kawasan ekonomi ASEAN terutama dalam mewujudkan ASEAN Free Trade Area, pada bidang jasa khususnya jasa akuntansi, di tanggal 24 Agustus 2014 bertempat di Nay Pyi Taw Myanmar, telah ditandatangani ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Accountancy Services (MRA on Accountancy Services) oleh para wakil delegasi Negara Anggota ASEAN. Salah satu bentuk kesepakatan dari MRA tersebut adalah adanya penyetaraan kompetensi dan keahlian para akuntan profesional yang telah memenuhi persyaratan di seluruh negara anggota ASEAN.
Melalui kesepakatan tersebut, pemberian penyetaraan ASEAN CPA telah dimulai sejak tanggal 16 Mei 2017 dan sampai dengan saat ini, berdasarkan data dari Sekretariat ACPACC pertanggal 30 April 2021, tercatat total jumlah pemegang ASEAN CPA adalah sebanyak 5.281 orang. Secara kuantitas, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai jumlah pemegang ASEAN CPA yaitu sebanyak 1.922 orang, yang kemudian disusul oleh Malaysia sebanyak 1.233 orang, dan Singapura pada posisi ke tiga dengan jumlah pemegang ASEAN CPA sebanyak 866 orang, yang selanjutnya disusul dengan negara anggota ASEAN lainnya.
Dalam rangka mewujudkan mobilisasi akuntan profesional dalam memberikan jasanya di seluruh negara anggota ASEAN, sebagaimana yang di atur dalam MRA on Accountancy Services pada tahap awal seorang akuntan profesional yang merupakan warga negara ASEAN dan memiliki kualifikasi dan pengalaman sesuai persyaratan MRA dapat mengajukan permohonan untuk menjadi seorang Akuntan Profesional ASEAN (ASEAN CPA) dan selanjutnya, terdaftar pada negara ASEAN sebagai Akuntan Profesional Asing atau disebut sebagai Registered Foreign Professional Accountant (RFPA).
Dalam kesempatan ini Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, menyampaikan bahwa, "selain mobilisasi lintas negara ASEAN, peningkatan kompetensi dan peran akuntan profesional di antara negara-negara anggota ASEAN juga menjadi tujuan strategis MRA on Accountancy Services. Dari fakta yang ada saat ini diketahui bahwa masih terdapat gap yang besar antara kompetensi dan jumlah akuntan atau pemegang ASEAN CPA antar negara anggota ASEAN. Tingkat pemahaman dan penerapan standar internasional, yaitu International Financial Reporting Standards dan International Standards on Auditing, bervariasi antar negara. Untuk mengatasi hal tersebut, kerjasama dan kolaborasi peningkatan kapasitas antar negara ASEAN sangat diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan jumlah akuntan profesional di negara anggota ASEAN, sehingga dapat mengurangi gap antar negara. Peningkatan kompetensi, jumlah akuntan profesional dan penerapan standar internasional, dalam jangka panjang akan mengakselerasi perekonomian ASEAN secara keseluruhan".
Webinar kali ini AMCI mengundang 3 (tiga) narasumber dari 3 (tiga) negara yaitu Asst. Prof. Teerachai Arunruangsirilert, PhD, CPA - Vice President of Federation of Accounting Professions, Thailand; Dr. Nurmazilah Dato' Mahzan - Chief Executive Officer of the Malaysian Institute of Accountants, Malaysia; dan Le Thi Tuyet Nhung, CPA - Deputy General Director, Accounting and Auditing Supervisory Department, Ministry of Finance of Viet Nam. Menurut ketiga narasumber, kesempatan bekerja di ASEAN sangat menarik dan tentunya akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa. ASEAN dengan adat dan budayanya yang sangat beragam membuat kita kaya akan pengalaman kerja. Meski pandemi terus berlanjut, solusi terbaik bagi pekerja migran di ASEAN tetap bisa dilakukan, dengan teknologi menjadi jembatan terbaik dalam memberikan layanan di seluruh ASEAN. Jangan ragu untuk terus mengembangkan potensi diri dan memanfaatkan peluang yang ada di depan mata, dengan bekerja di seluruh ASEAN diharapkan setiap akuntan dimanapun berada dapat terus meningkatkan kompetensinya.
Penulis: Anindita Yuliarni | Penyunting: Dinda Tunjungsari | Fotografer: Muhammad Rafi Gega
Sumber: PPPK Kemenkeu